Rabu, 30 Maret 2011

pengujian benih


LAPORAN TETAP PRAKTIKUM
 DASAR-DASAR AGRONOMI
 

A. Tujuan
            Agar mahasiswa mengetahui dan mampu melaksanakan salah satu cara pengujian daya kecambah benih serta mengetahui mutu benih yang diuji.

B. Hasil
·         Sistematika
a.Jagung (Zea mays L.)
Kingdom         : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Super Divisi    : Spermatophyta
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Sub Kelas        : Commelinidae
Ordo                : Poales
Famili              : Poaceae
Genus              : Zea
Spesies            : Zea mays L.

b.Kacang Hijau (Vigna radiate)         
Kingdom         : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Super Divisi    : Spermatophyta
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Fabales
Famili              : Fabaceae
Genus              : Phaseolus
Spesies            : Phaseolus radiatus

·         Tabel
a.Jagung
Benih
Pengamatan
Jumlah
Hari ke-3
Hari ke-7
Normal
38
-
38
Abnormal
12
-
12
Busuk
-
-
-
Keras
-
-
-
Jumlah
50
-
50



Persentase benih jagung
·         Benih normal          = benih normal  x 100%
              Jumlah benih
   
 = 38 x 100%
                50

              = 76%

·         Benih abnormal        = benih abnormal x 100%
       Jumlah benih

   = 12 x 100%
       50

   = 24%

·         Benih busuk              =   benih busuk      x 100%
       Jumlah benih

   = 0   x100%
      50

    = 0%

·         Benih Keras               =    benih keras    x 100%
                                             Jumlah benih

                                           = 0  x 100%
                                              50

                                           = 0%

b. kacang hijau
Benih
Pengamatan
Jumlah
Hari ke-3
Hari ke-7
Normal
46
-
46
Abnormal
4
-
4
Busuk
-
-
-
Keras
-
-
-
Jumlah
50
-
50



Persentase benih kacang hijau
·         Benih normal          = benih normal  x 100%
              Jumlah benih
   
 = 46 x 100%
                50

              = 92%

·         Benih abnormal        = benih abnormal x 100%
       Jumlah benih

   = 4  x 100%
      50

   = 8%

·         Benih busuk              =   benih busuk      x 100%
       Jumlah benih

   = 0   x100%
      50

    = 0%

·         Benih Keras               =    benih keras    x 100%
                                             Jumlah benih

                                           = 0  x 100%
                                              50

                                           = 0%







C. Pembahasan
                 Benih merupakan komponen agronomi, dan komponenen penting di dalam pengelolaan lapang produksi sebagai komponen agronomi, masalah benih lebih berorientasi kepada penerapan kaidah-kaidah ilmiah. Ada 4 macam benih yaitu :
1.      Benih normal yaitu kecambah yang menunjukkan potensi untuk berkembang lebih lanjut untuk jadi tanaman normal.
2.      Benih abnormal yaitu kecambah yang tidak menunjukkan potensi untuk berkembang menjadi tanaman normal
3.      Benih busuk yaitu benih yang terdapat mikroorganisme atau terkontaminasi
4.      Benih keras yaitu benih yang tidak berkecambah hingga akhir periode pengujian tetapi bukan benih busuk.
Benih adalah biji tanaman yang dipergunakan untuk tujuan penanaman.Biji merupakan suatu bentuk tanaman mini (embrio) yang masih dalam keadaan terkekang.  Pada kondisi yang memungkinkan maka benih tersebut akan mengalami fase. Menurut Sutopo (1984), benih diartikan sebagai biji tanaman yang dipergunakan untuk tujuan penanaman. Benih yang baik ditandai oleh sifat fisik, genetik dan fisiologis yang baik. Sifat fisik yang baik adalah benih-benih yang berukuran seragam dan tidak ada kerusakan fisik pada permukaan benih, sedangkan sifat genetik yang baik adalah benih-benih yang murni genetiknya dan berasal dari varietas unggul. Sifat fisiologis yang baik adalah ditandai dengan kemampuan benih yang tumbuh, baik pada kondisi lingkungan ekstrim di lapangan . Benih-benih yang sudah berkecambah dikenal sebagai bibit.Tipe perkecambahan benih ada dua tipe yaitu :
1.      Tipe Epigeal, dimana munculnya radikel diikuti dengan memanjangnya hipokotil secara keseluruhan dan membawa serta kotiledon dan plimula ke atas permukaan tanah. Contoh : kacang hijau, kacang-kacangan dan lain-lain.
2.      Tipe Hipogeal, dimana munculnya radikel diikuti dengan pemanjangan plumula, hipokotil tidak memanjang ke atas permukaan tanah sedangkan kotiledon tetap berada di dalam kulit biji di bawah permukaan tanah. Contoh : jagung, Fam. Graminae.
Benih dapat bertahan lebih baik pada kondisi eksternal dan ekstrim, asalkan diberi perlakuan pengawetan dengan pengeringan.  Sebagai hasilnya, benih dapat bertahan kemampuannya untuk berkecambah atau kelangsungan hidupnya selama periode tertentu ( Chanan et al, 1998). Untuk berkecambah, biji jagung menyerap banyak air karena air yang meresap ke dalam, biji lalu mengelembung, selaput yang memisahkan putik lembaga dan keping biji mengeluarkan ezim. Dengan enzim ini melarut cadangan makanan yang ada di dalam putik lembaga tersebut. Larutan makanan ini oleh keping biji disalurkan ke lembaga (Mahardono, 1981). Pertumbuhan tanaman yang cepat akan mempercepat perubahan dari fase vegetatif ke generatif, apabila pertumbuhan vegetatifnya terhambat maka perubahan ke arah generatifnya juga terhambat (Suhardiyono, 1998).























D. Kesimpula dan Saran
            Kesimpulan
1.      Benih adalah tanaman / bagian yang digunakan untuk memperbanyak atau mengembangbiakkan tanaman.
2.      Benih dapat bertahan lebih baik pada kondisi eksternal dan ekstrim, asalkan diberi perlakuan pengawetan dengan pengeringan.
3.      Benih itu ada 4 yaitu benih normal,abnormal,busuk dan keras.
4.      Pada jagung, terdapat kecambah normal 76 benih, kecambah abnormal 24 benih, benih busuk dan benih keras tidak ada
5.      Faktor – faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap proses perkecambahan benih adalah air, gas, suhu dan cahaya.
    
·        Saran
                pada saat penyusun benih harus benar, dan pada saat menggulungnya harus sangat hati – hati, agar kecambah tidak berantakkan.  Pada saat menghitung benihnya, harus tau benar yang mana kecambah yang tumbuh normal, abnormal, keras dan busuk, karena apabila tidak tahu akan membuat kekeliruan.
























DAFTAR PUSTAKA


Andriance.G. W and F.R. brison. 1955.Propaganation of holtikultura plants McGraw Hill book coppan, Inc. New York Toronto : London.

Djakfar, Z.R, Dartius, Ardi, Suyati, D, Yuliadi, E, Hadiyono,  Sjfyan, Y,  Aswad, M, dan Sagiman, S.  1990.  Dasar-dasar Agronomi.  BKS-B USAID : Palembang.

Kusuma Ninggrat. T Sunarso, H. Mondong R. A.1983. Botani Umum. Angkasa : Bandung.

S,Siid. 1997. Dasar – Dasar Pemikiran Dalam Teknologi Benih. IRRI : Bogor.

Sutopio. L 1984. Teknologi Benih . PT. Grafindo Persada : Jakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar